Keterlibatan Perempuan dalam Keberlanjutan Lingkungan

Keberlanjutan lingkungan didefinisikan sebagai sistem berkelanjutan secara lingkungan yang harus mampu memelihara sumber daya, menghindari eksploitasi sumber daya alam dan fungsi penyerapan lingkungan. Konsep ini juga menyangkut pemeliharaan keanekaragaman hayati, stabilitas ruang udara, dan fungis ekosistem lainnya yang tidak termasuk kategori sumber-sumber ekonomi.

Manusia merupakan pusat pembangunan keberlanjutan lingkungan. Kita berhak atas kehidupan yang sehat dan produktif yang selaras dengan alam. Namun di sisi lain, kita merupakan pihak yang paling getol merusaknya.

Kesadaran akan penipisan sumber daya, degradasi sistem alam dan bahaya bahan pencemar, khususnya di Indonesia, telah meningkat secara nyata dalam dekade terakhir. Kondisi yang memburuk ini menghancurkan ekosistem dan membuatnya semakin rapuh.

image.png

Data emisi pencemaran udara yang dirilis melalui riset Prof Budi Haryanto. (Dok. Budi Haryanto/Researhgate)

Selain itu, bahan pencemar lingkungan juga dapat menggusur masyarakat, terutama perempuan, dari kegiatan produktif dan semakin mengancam lingkungan yang aman dan sehat

image.png

Sumber: environment-indonesia.com/infographic/

Sekarang, perempuan adalah agen perubahan untuk sekitarnya. Salah satunya dalam pengelolaan lingkungan hidup. Perempuan mempunyai potensi dan peran penting dalam pengelolaan sumber daya alam maupun lingkungan hidup.

Pada Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan serta Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan Pembangunan, perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan serta pendekatan pengelolaan sumber daya alam.

Di daerah perkotaan dan pedesaan, kerusakan lingkungan mengakibatkan dampak negatif pada kesehatan, kesejahteraan dan kualitas hidup penduduk pada umumnya, terutama anak perempuan dan perempuan dari segala usia.

Oleh karena itu, perhatian dan pengakuan khusus harus diberikan pada peran dan situasi khusus perempuan dapat meningkatkan partisipasi mereka dalam keberlanjutan lingkungan.

______

Keterlibatan Perempuan pada Keberlanjutan Lingkungan dalam Agenda PBB

Perempuan sering memainkan peran kepemimpinan atau memimpin dalam mempromosikan etika lingkungan, mengurangi penggunaan sumber daya, serta menggunakan kembali dan mendaur ulang sumber daya untuk meminimalkan limbah dan konsumsi yang berlebihan.

Perempuan dapat memiliki peran yang sangat kuat dalam memengaruhi keputusan konsumsi berkelanjutan. Selain itu, kontribusi perempuan dalam keberlanjutan lingkungan, termasuk melalui ‘grass-root campaign’ dan pemuda untuk melindungi lingkungan, sering terjadi di tingkat lokal.

Tindakan strategis yang diperlukan untuk keberlanjutan lingkungan yang baik membutuhkan pendekatan holistik, multidisiplin dan lintas sektoral. Partisipasi dan kepemimpinan wanita sangat penting untuk setiap aspek pendekatan tersebut.

“Konferensi global PBB baru-baru ini tentang pembangunan, serta konferensi persiapan regional untuk Konferensi Dunia Keempat tentang Perempuan, semuanya telah mengakui bahwa kebijakan pembangunan berkelanjutan yang tidak melibatkan perempuan dan laki-laki tidak akan berhasil dalam jangka panjang.”

Mereka menyerukan partisipasi efektif perempuan dalam generasi pengetahuan dan pendidikan lingkungan dalam pengambilan keputusan dan manajemen di semua tingkatan. Oleh karena itu, pengalaman dan kontribusi perempuan untuk lingkungan yang sehat secara ekologis harus menjadi pusat agenda abad ini.

Pembangunan berkelanjutan akan menjadi tujuan yang sulit dipahami kecuali kontribusi perempuan dalam pengelolaan lingkungan diakui dan didukung.

Upaya agar Perempuan Terlibat dalam Keberlanjutan Lingkungan

Melalui Beijing Declaration and Platform for Action di tahun 1995, PBB merumuskan strategi agar perempuan memiliki keterlibatan lebih baik dalam keberlanjutan lingkungan.

Strategi pada Tingkat Pemerintahan

  1. Memastikan peluang bagi perempuan, termasuk perempuan adat, untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan lingkungan di semua tingkatan.
  1. Memfasilitasi dan meningkatkan akses perempuan pada informasi dan pendidikan, termasuk di bidang sains, teknologi, dan ekonomi.
  1. Mendorong untuk patuh pada undang-undang nasional dan konsisten dengan Konvensi Keanekaragaman Hayati.
  1. Mengambil tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko bagi perempuan dari bahaya lingkungan yang teridentifikasi di rumah, di tempat kerja dan di lingkungan lain, termasuk penerapan teknologi bersih yang tepat.
  1. Mengintegrasikan perspektif gender dalam desain dan implementasi, antara lain, mekanisme pengelolaan sumber daya yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, teknik produksi dan pembangunan infrastruktur di pedesaan dan perkotaan.
  1. Memberdayakan perempuan sebagai produsen dan konsumen sehingga mereka dapat mengambil tindakan lingkungan yang efektif, bersama dengan laki-laki, di rumah, komunitas, dan tempat kerja mereka.
  1. Mendorong partisipasi masyarakat lokal, khususnya perempuan, dalam mengidentifikasi kebutuhan layanan publik, perencanaan tata ruang, dan penyediaan serta desain infrastruktur perkotaan.

Strategi pada Tingkat Pemerintahan, Organisasi Internasional dan Sektor Privat

  1. Mempertimbangkan dampak gender dalam pekerjaan Komisi Pembangunan Berkelanjutan dan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa lain yang sesuai dan dalam kegiatan lembaga keuangan internasional.
  1. Mempromosikan keterlibatan perempuan dan penggabungan perspektif gender dalam desain, persetujuan dan pelaksanaan proyek yang didanai di bawah Fasilitas Lingkungan Global dan organisasi PBB lain yang sesuai.
  1. Mendorong rancangan proyek di bidang yang menjadi perhatian Fasilitas Lingkungan Global yang akan menguntungkan perempuan dan proyek yang dikelola oleh perempuan.
  1. Menetapkan strategi dan mekanisme untuk meningkatkan proporsi perempuan pada tingkat pengambil keputusan.
  1. Mendorong lembaga sosial, ekonomi, politik dan ilmiah untuk menangani kerusakan lingkungan dan dampak yang ditimbulkannya pada perempuan.

Strategi pada Tingkat Organisasi Non Pemerintahan dan Sektor Privat

  1. Menganggap advokasi masalah lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang menjadi perhatian perempuan dan memberikan informasi untuk berkontribusi pada penggunaan sumber daya untuk perlindungan dan pelestarian lingkungan.
  1. Memfasilitasi akses petani, nelayan dan penggembala perempuan ke pengetahuan, keterampilan, layanan pemasaran dan teknologi ramah lingkungan untuk mendukung dan memperkuat peran penting mereka dan keahlian mereka dalam pengelolaan sumber daya dan konservasi keanekaragaman hayati.

______

Peran Perempuan dalam Keberlanjutan Lingkungan di Indonesia

Di Indonesia, peran perempuan dalam keberlanjutan lingkungan tersirat dan sudah diatur dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Pada pasal 70, tentang peran masyarakat, disebutkan bahwa:

– Masyarakat memiliki hak, kesempatan dan pemikiran yang sama dan seluas-luasnya aktif berperan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

– Peran masyarakat sebagai: Pengawasan sosial; Pemberian saran, pendapat, usul, keberatan, pengaduan; dan Penyampaian informasi dan/atau laporan.

– Peran masyarakat dilaksanakan untuk:

  1. Meningkatkan kepedulian perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
  1. Meningkatkan kemandirian, keberdayaan masyarakat, dan kemitraan
  1. Menumbuhkan serta mengembangkan kemampuan masyarakat
  1. Menumbuhkan dan mengembangkan ketanggapan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial
  1. Mengembangkan dan menjaga budaya dan kearifan lokal dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Sebagai bagian dari masyarakat, berdasarkan UU tersebut perempuan juga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk aktif dalam pengelolaan lingkungan.

______

Peran Perempuan dalam Keberlanjutan Lingkungan pada Lingkup Bisnis

Perempuan yang tergabung dalam dewan direksi berkontribusi dalam promosi strategi lingkungan yang proaktif, termasuk strategi pencegahan polusi. Ini yang terbukti memberikan keuntungan kompetitif dan berkelanjutan baik dalam kinerja keuangan jangka pendek maupun jangka panjang (Graafland, 2020).

Selain itu perempuan yang tergabung dalam dewan direksi berdampak positif pada strategi pembangunan berkelanjutan. Dampak positif ini juga berhubungan dengan kinerja keuangan jangka panjang perusahaan (Xie dkk, 2020).

Jika dilihat dari sudut pandang perusahaan berbasis sumber daya alam, perempuan yang tergabung dalam dewan direksi adalah sumber daya utama dalam proses organisasi. Selain itu, memberikan tim manajemen puncak sebuah visi bersama tentang masa depan dan kepemimpinan moral yang kuat (Xie, 2020).

Sehingga, perempuan yang tergabung dalam dewan direksi dapat bertindak sebagai ‘penjaga’ moral dewan direksi. Hal ini dilakukan agar perusahaan tetap berkontribusi pada lingkungan disamping mendapatkan keuntungan dari kegiatan bisnisnya.

______

Pemerintah dan pihak terkait lainnya harus mempromosikan kebijakan yang aktif atas keterlibatan perempuan untuk konservasi dan keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, kebijakan yang dibuat harus didasarkan pada kesetaraan kesempatan dan hak. Sehingga, baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan dan hak yang sama dalam berperan aktif dalam keberlanjutan lingkungan.

***

Baca juga artikel lainnya di laman ini!

https://staging.cesgs.or.id/2021/03/01/going-green-pentingnya-isu-keberlanjutan-saat-menjalankan-bisnis/

https://staging.cesgs.or.id/2021/02/26/omnibus-law-esg-apa-yang-salah-dengan-indonesia-tesla/

https://staging.cesgs.or.id/2021/03/10/peran-penting-perempuan-dalam-sustainable-investing/

Share This Story, Choose Your Platform!

About the author : Ikbar Luqyana

Find Us On Facebook

Tags