Transformasi Keberlanjutan Indosat Ooredoo Hutchison bersama CESGS Universitas Airlangga

PT Indosat Tbk atau Indosat Ooredoo Hutchison adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Sesuai dengan visinya,  “Empowering Indonesia“, yakni menghubungkan dan menghubungkan & memberdayakan masyarakat Indonesia, IOH percaya bahwa bisnis memiliki peran penting dalam menciptakan dunia yang lebih baik dan berkelanjutan. 


Pada Jumat, 5 April 2025 lalu, IOH telah menerbitkan Laporan Keberlanjutan atau Sustainability Report tahun 2023 yang disusun bersama CESGS. Dalam laporan tersebut tercermin bahwa IOH telah menetapkan landasan yang kuat sebagai komitmennya terhadap ESG, melalui implementasi berbagai inisiatif keberlanjutan yang signifikan. Berikut merupakan highlight dari Sustainability Report IOH tahun 2023: 

1. ESG Framework sebagai ESG Northstar IOH

 

Pada tahun 2023, IOH mencapai tonggak penting dengan mengembangkan strategi keberlanjutan yang holistik. Melalui ESG Framework yang komprehensif, IOH menegaskan komitmennya pada tiga pilar utama: Care for the Environment, Digital Opportunity to Empower Community, dan Responsible and Ethical Business. Kerangka ini menjadi panduan rinci bagi IOH dalam menerapkan praktik keberlanjutan di seluruh operasinya, mulai dari pelestarian lingkungan hingga pemberdayaan masyarakat melalui inovasi digital, serta mempertahankan standar perilaku bisnis yang etis. Dengan demikian, IOH menegaskan dedikasinya sebagai agen perubahan yang bertanggung jawab dan berkomitmen pada tujuan keberlanjutan global.

2. Fokus Strategis melalui Materiality Matrix

Melalui pendampingan stakeholder engagement bersama CESGS, baik secara internal dan eksternal Perusahaan, IOH telah berhasil menyusun Materiality Matrix. Matrix tersebut menjadi alat penting dalam mengidentifikasi dan mengelola isu-isu yang paling relevan dan signifikan bagi perusahaan serta pemangku kepentingannya. Dengan demikian, perusahaan dapat fokus pada aspek-aspek yang paling mempengaruhi kinerja keberlanjutan mereka dan meresponsnya dengan strategi yang tepat. 

3. Penggunaan Multi-Standards untuk Pelaporan yang Komprehensif 

Bila tahun sebelumnya Laporan Keberlanjutan IOH hanya terbatas pada penggunaan standar POJK 51 dan GRI (Global Reporting Initiatives), IOH berhasil meningkatkan laporan keberlanjutan mereka secara signifikan dengan menggunakan berbagai standar seperti POJK 51, GRI (Global Reporting Initiatives), dan SASB (Sustainability Accounting Standard Boards) pada pelaporan tahun 2023. Selama proses penyusunannya, IOH mendapatkan pendampingan dari CESGS, mulai dari pemahaman standar, pengumpulan data, hingga pemetaan dan pengolahan data sesuai dengan standar yang ada. Langkah ini mencerminkan komitmen IOH untuk memperluas cakupan dan kualitas laporan keberlanjutan mereka, serta memenuhi standar internasional yang diakui. 

Dengan demikian, peningkatan pesat dalam inisiatif keberlanjutan IOH pada tahun 2023 yang tercermin dalam Sustainability Reportnya, menunjukkan komitmen IOH untuk berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan dan masa depan yang lebih cerah dan inklusif bagi Indonesia, menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan serta mendorong IOH menjadi ESG Leader di industri telekomunikasi Indonesia.

Source: Laporan Keberlanjutan Indosat Ooredoo Hutchison. 2023. Accessed on https://ioh.co.id/portal/id/ioh-investor-document-detail?_id=20013710.

Share This Story, Choose Your Platform!

About the author : admin

Find Us On Facebook

Tags